Type to search

SOSIALISASI DPRD WAJO TERKAIT PENGUATAN PEMBANGUNAN TANGGUL SUNGAI WALENNAE

Share

Banjir akibat meluapnya sungai walennae saat musim hujan menjadi persoalan klasik yang dialami Kab. Wajo. Berdasarkan hal tersebut para Tokoh Masyarakat Desa Mallusesalo menyampaikan aspirasinya di DPRD Kab. Wajo.

Karena itu, Pimpinan DPRD Kab. Wajo melakukan tindak lanjut aspirasi dengan sosialisasi terkait penguatan pembangunan tanggul sungai walennae di Desa Mallusesalo Dusun Cellamata Kec. Sabbangparu.

Hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kab. Wajo H. Muh. Yunus Panaungi SH, Wakil Ketua DPRD Rahman Rahim, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkab. Wajo, Dinas PSDA Pemkab. Wajo, Polsek Sabbangparu dan para tokoh masyarakat.

Menurut YP, Lanjutan pembangunan tanggul sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Daerah dan sudah dianggarkan tapi setelah Dinas Pengairan Turun kelokasi meninjau langsung ada pihak masyarakat yang menolak tanahnya terkena dampak dari pembangunan tanggul. Kami bersama-sama pemerintah membangun berdasarkan permintaan dari masyarakat.

“kami dari unsur pimpinan DPRD akan mendorong Dinas PSDA untuk melanjutkan pembangunan tanggul apabila semua masyarakat sepakat mengikhlaskan tanahnya yang terkena dampak dari pembangunan tanggul, dan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan yang akan dilakukan wajib melalui proses dan tahapan yang dimulai dari musrenbang desa. sebutnya”

Tak lupa YP, Ketua DPRD Kab. Wajo mengingatkan kepada masyarakat  agar setiap pembangunan yang masuk di Desa wajib kita kontrol dan mengawasi apakah sudah sesuai dengan spesifikasi dan jika tidak sesuai segera laporkan kepada kami.sebutnya.

Wakil Ketua DPRD Rahman Rahim melanjutkan, pembangunan tanggul  merupakan salah satu bentuk mengatasi banjir. Di berbagai daerah, model pembangunan tanggul sungai menjadi solusi banjir yang tepat.

Dengan perencanaan yang komperhensif, aliran air Sungai Walennae akan lancar sehingga tidak ada lagi air yang meluap menjadi banjir.ungkap politisi partai demokrat.

Dinas Pengairan menyampaikan bahwa, sebelumnya kami sudah mengalokasikan dana 500jt untuk lanjutan pembangunan tanggul namun ada penolakan dari warga masyarakat. Untuk sekarang ini kami menunggu proposal dengan persetujuan semua warga dan akan kami tindak lanjuti untuk kedua kalinya.ungkapnya.

Pada sektor pertanian ada sekitar 2.850Ha sawah di Kecamatan Sabbangparu terkena dampak banjir, terkait bantuan bibit telah diusulkan dan sudah disetujui gubernur untuk penggantian bibit yang terkena dampak banjir.ungkap Kadis Pertanian.

Tokoh masyarakat Desa Mallusesalo H. Sultan menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kab. Wajo bersama Wakil Ketua DPRD Kab. Wajo dan para Kepala Dinas yang hadir untuk turun langsung mendengarkan keluh/kesah masyarakat.

“kami menyampaikan kepada masyarakat agar tidak ada lagi penolakan dari masyarakat terkait pembangunan tanggul ini karena ini untuk kepentingan kita bersama”.ungkapnya.

 

 

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.