Type to search

Ketua DPRD Tampung Aspirasi Warga Sabbangparu Melalui Reses

Share

Kegiatan reses merupakan bentuk tanggung jawab kepada konstituen dengan tujuan menyerap aspirasi masyarakat mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kecamatan. Kegiatan reses ini dilakukan di daerah pemilihan masing-masing sebagaimana telah diamanatkan oleh undang-undang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, H Muh. Yunus Panaungi saat menggelar kegiatan reses di Daerah pemilihan (Dapil) 5. Tepatnya, di Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Kamis 18 Januari 2018.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Wajo dua priode itu menjelaskan, tentang penegakan hukum yang dilakukan pemerintah. Kata dia, bukan karena banyaknya yang ditangkap melainkan bagaimana meminimalisir serta mengantisipasi terjadinya tindak pidana korupsi.

“Apalagi semua anggaran yang dikucurkan telah diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu kemarin saya anggarkan dana sosialisasi hukum sehingga tidak ada lagi yang melenceng dari aturan atau perundang-undangan yang berlaku,”jelasnya

Sementara itu, politisi partai Golongan Karya (Golkar) itu juga menggelar dialog dengan masyarakat setempat. Hal tersebut bertujuan mendengarkan secara langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat serta kebutuhan yang mendesak untuk segera dilakukan, sehingga dapat diprioritaskan pada tahun 2019.

Dalam dialog itu, beberapa usulan yang disampaikan seperti pengadaan kontainer sampah di wilayah Sompe, perbaikan SDN 37 Salotengnga yang menjadi langganan banjir, renovasi SMPN 2 Sabbangparu, renovasi Kantor Desa Salotengnga, serta renovasi Masjid Al-Fatar Wanuae.

Tak hanya itu, usulan warga Desa Pallimae yakni adanya pengadaan lampu penerangan jalan. Termasuk pembangunan jalan beton di Dusun Cellamata, sementara itu masyarakat Desa Ujung Pero mempertanyakan pembangunan Mushola apa bisa dianggarkan melalui ADD.

Begitu pun dengan masyarakat Desa Tadampalie, mereka meminta adanya perbaikan SDN 263 Tadampalie. Pasalnya, sekolah tersebut mengalami kerusakan dikarenakan tertimpa pohon kelapa serta adanya perbaikan jembatan gantung di kawasan Toddang Saloe yang dinilai sudah rusak parah.

Menanggapi sejumlah aspirasi masyarakat itu, H Muh Yunus Pananungi mengatakan, apa yang telah menjadi aspirasi masyarakat tersebut ketika merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Kata dia, tentunya akan menjadi prioritas utama, termasuk persoalan jalan tadi.

“Mengenai banjir yang kerap terjadi di Desa Salotenga itu sudah diusulkan melalui dinas terkait. Nantinya akan dipasangkan pancang tiang beton sepanjang 1 Kilometer, dan memang ini telah menjadi program nasional,”ujar H Muh.Yunus Pananungi, Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kabupaten Wajo.

Dia menegaskan, pembangunan jalan mulai dari Desa Mallusesalo hingga Benteng Lompoe harus terselesaikan tahun 2018 ini. Terkait pembangunan Mushola sekolah, silahkan ajukan di Dinas Pendidikan. “Nanti kita akan bantu untuk usulkan anggaran, yang penting diusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat desa,”tutup H Muh. Yunus Panaungi.

Sekedar diketahui, dalam kesempatan itu hadir Camat Sabbangparu, Danramil, Kepala sekolah, Kepala desa, serta tokoh masyarakat. Selain di Kecamatan Sabbangparu rencananya kegiatan yang sama juga akan diadakan di Kecamatan Pammana. (Humas dan Protokol DPRD Wajo)

 

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.