Type to search

INFO PEMERINTAHAN

“Galecce” Jadikan Masjid Nurul As’adiyah Callaccu Melengenda

Masjid Jami Nurul As’adiyah Callaccu, Kelurahan Teddoupu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi-selatan (Sulsel) melengenda karena sebutan “Galecce” (Cubit).

Nama yang unik bukan, namun sebutan “Galecce” hanyalah sebatas nama julukan saja yang telah melekat ditengah masyarakat pada masa itu.

Hal tersebut dibenarkan Wakil Sekretaris Panitia Masjid Nurul As’adiyah Callacu, H Sudirman Meru. Kepada penulis, Iapun menceritakan sejarah pembangunan hingga mendapat julukan Masjid Galecce.

H Sudirman Meru mengisahkan jika Masjid ini dibangun pada tahun 1956 silam oleh “Guru Wangung”. Pada awalnya dibangun dalam bentuk langgar, bertiang kayu bulat, berdinding bambu, dan beratapkan daun Nipa.

Masjid Galecce dulunya berbentuk panggung dengan ketinggian berkisar 80 cm dari permukaan tanah. Lokasi awal Masjid ini berada di kampung arab, namun karena sering terendam akibat luapan air sungai maka Masjid tersebut dipindahkan berkisar 200 meter.

Pada tahun 1958 atas prakarsa guru Wangung, guru Dahlan, H. Abdullah Katu, Andi Emmang, Panre Pademui, H. Tohe dan Luamma Masjid tersebut kemudian dipindahkan dan masih dalam lokasi Callaccu, kelurahan Taddoupu, Kecamatan Tempe.

“Seiring berjalannya waktu masyarakat berinisiatif menjadikannya bangunan permanen. Dulu hanya langgar menjadi mushola hingga berubah status menjadi Masjid yang dibangun secara permanen, untuk pasir yang digunakan berasal dari Paduppa,”ujar H Sudirman Meru.

Sama halnya dengan Masjid pada umumnya, dibulan suci Ramadan ditempati umat muslim menunaikan ibadah salat tarwih.

H Sudirman Meru kembali menegaskan jika Masjid Galecce hanyalah julukan semata yang semasa itu telah melekat ditengah masyarakat.

Kata dia, julukan itu saat Wa’Nonci (Almarhum) bertugas selaku bagian keamanan Masjid. Dia, pada masa itu memberlakukan aturan mencubit (Gelecce) kepada anak laki-laki yang ribut pada saat ibadah tengah ditunaikan.

“Digalecce, itulah kemudian berkembang hingga menjadi kesan dan dijuluki Masjid Galecce. Tapi itu bukan kesepakatan akan tetapi sudah menjadi kesepahaman masyarakat. Orang tuanya tidak marah karena telah dianggap sebatas pembinaan, saat ini tentu tidak ada lagi yang seperti itu,”ujarnya

Sekadar diketahui, informasi yang diperoleh penulis jika Masjid Nurul As’Adiyah Callaccu ini merupakan Masjid teladan pertama di Indonesia. Capain itu diraih pada tahun 1998-1990, karena aktivitas jemaah dan remaja Masjid memang begitu aktif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *