Type to search

Jembatan Rusak, Warga Walennae Wajo ‘Menantang Maut’ saat Beraktivitas

Share

Saban hari pasca banjir merusak jembatan gantung di Lingkungan Pammera, Kelurahan Walennae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, masyarakat menantang maut di atas aliran sungai.

Sebab, akses masyarakat sehari-hari untuk ke sekolah, pasar, kebun maupun di tempat ibadah, meski melintasi sisa kawat yang masih bertahan.

Pemerintah Kecamatan Sabbangparu menyebutkan, pihak pemerintah telah meninjau lokasi tersebut.

 “Kita sudah tinjau, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah pun juga sudah turun,” kata Camat Sabbangparu, Tusman kepada Tribun Timur, Senin (29/7/2019).

“Upaya sementara kita sediakan dulu perahu untuk masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Tusman menyebutkan bakalan mengajukan perbaikan jembatan tersebut pada Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBD-P) 2019 ini.

“Kita koordinasikan dulu untuk diajukan perbaikan di APBD-Perubahan nanti, kalau tidak bisa nanti di APBD Pokok 2020,” katanya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah menyebutkan, telah meninjau dan menilai kerusakan jembatan gantung tersebut.

“Kita sudah lakukan peninjuan dan nilai kerusakan, dampaknya serta memasukkan proposal DSP tahap kedua tahun 2019 ke BNPB. Semoga segerea terealisasi,” katanya.

Sebagian warga yang tidak mau menatang maut, mereka memilih menggunakan perahu.

Pihak BPBD Kabupaten Wajo bersama pemerintah Kecamatan Sabbangparu pun menyediakan perahu.

“Kemudian untuk menghadirkan pemerintah saat ini di lokasi tersebut kami men-stanby-kan perahu untuk dipakai masyarakat,” katanya.

Ada sekitar 50 KK yang menghuni Lingkungan Pammera, dan selalu menantang maut saban harinya.

 Sebenarnya ada sejumlah akses yang bisa digunakan masyarakat, tapi jaraknya lumayan jauh.

Laporan : Humas DPRD Wajo

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.