Type to search

Legislator Baru Minta Tidak Ada lagi Kisruh Soal Pasar di Wajo

Share

40 anggota DPRD Kabupaten Wajo resmi dilantik di Gedung DPRD Wajo, Senin, 2 September. 22 diantaranya merupakan legislator wajah baru, mereka mempersoalkan tidak adanya penyelesaian dalam pasar.

Salah satu yang mengutarakan hal itu, legislator baru dari Partai Gerindra, Herman Arif. Kata dia, banyak persoalan mengenai pasar telah diterimanya dari pedagang. Hanya saja keluhan tersebut tidak terserap oleh Pemkab Wajo.

“Kisruh pasar yang pertama akan saya benahi. Karena sampai sekarang itu terus berlarut, belum ada penyelesaiannya,” ujarnya usai pelantikan.

Mulai dari peruntukan los atau ruko yang tidak tepat sasaran usai dibangun, serta pengawasan Dinas Perdagangan terhadap penarikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disetiap pasar.

“Contohnya pasar Siwa di Kecamatan Pitumpanua, banyak ruko dikuasai satu orang. Pembangunan pasar juga biasa lambat, makanya pasar Tempe nanti tidak boleh begitu,” kritiknya.

Selain Herman, Wakil Ketua I DPRD Wajo sementara, Firman Perkesi yang juga merupakan legislator baru menyampaikan, pembangunan pasar Tempe harus secepatnya terealisasi pasca mengalami kebakaran.

“Kalau tidak bisa anggaran dari pusat. Kita desak pakai APBD 2020 mendatang, tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Laporan : Humas DPRD  Wajo

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.