WAJO — Anggota DPRD Wajo dari Komisi VI, Apriliani Nurdin, mengungkapkan kekagetan dan keprihatinannya setelah menyambangi SD 408 Ongkoe, Kecamatan Belawa, pada Sabtu (19/4/2025). Kunjungan ini dilakukan setelah beredarnya video viral yang menampilkan kondisi memprihatinkan ruang belajar siswa yang disebut-sebut mirip kandang ternak.
“Setelah kami ketahui dan informasi dari media hari ini, saya mendatangi sekolah tersebut. Dan betul adanya. Saya sampai kaget. Masih ada sekolah kayak begini di Wajo. Sangat miris sekali,” ucap Apriliani dengan nada prihatin.
Selama kunjungannya, Apriliani menyempatkan diri berkeliling untuk melihat langsung kondisi sekolah tersebut. Dia menemukan tiga ruang kelas dengan kondisi yang sangat memprihatinkan: lantai masih berupa tanah, atap bocor di berbagai tempat, dan dinding terbuat dari papan yang sudah lapuk. Lebih menyedihkan lagi, sekolah ini tidak memiliki fasilitas pendukung seperti perpustakaan atau ruang guru.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa kualitas pendidikan di Wajo masih jauh dari kata layak. Ini menunjukkan masih terjadi kesenjangan yang jauh antara pendidikan anak-anak di kota dan desa,” tegasnya.
Sebagai anggota DPRD dari Komisi VI yang membidangi pendidikan, Apriliani mengingatkan bahwa pendidikan seharusnya menjadi program prioritas pemerintah daerah. Namun kenyataannya, masih ada sekolah dengan kondisi sangat miris seperti SD 408 Ongkoe.
“Harapan kami agar ini menjadi perhatian serius pihak pemerintah agar segera dikondisikan,” serunya, menekankan pentingnya tindakan cepat untuk mengatasi masalah ini.
Sementara itu, Kepala SD 408 Ongkoe, Herman P, mengakui bahwa selama masa jabatannya yang baru berjalan sekitar 2 tahun, sekolah tersebut belum pernah menerima bantuan untuk pembangunan fisik gedung sekolah.
“Untuk bantuan pembangunan kelas belum ada semenjak saya menjabat. Dan sama sekali tak tersentuh untuk pembangunan fisik atau gedung sekolah kalau anggaran lain itu ada,” jelasnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya DPRD Wajo untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan di seluruh wilayah kabupaten memenuhi standar kelayakan, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan terhadap kondisi SD 408 Ongkoe yang sudah lama terabaikan.(Humas DPRD Wajo)