Wakil Ketua DPRD Wajo Ceritakan Bagaimana Tanggal 29 Maret Dipilih sebagai Hari Jadi Wajo

Share

WAJO – Wakil Ketua DPRD Wajo, Andi Merly Iswita, mendapat kehormatan untuk membacakan sejarah singkat Kabupaten Wajo dalam Rapat Paripurna Hari Jadi Wajo (HJW) ke-626 yang digelar pada Senin (21/4/2025) di Kantor DPRD Kabupaten Wajo.

Dalam paparannya, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan bahwa penetapan Hari Jadi Wajo bermula dari gagasan Bupati Wajo ke-8, Dahlan Maulana, yang kemudian mengomunikasikan idenya dengan berbagai pihak.

“Maka pada tanggal 23 Januari 1995 diadakanlah seminar di Ruang Batara Kantor Bupati Wajo, yang dihadiri kurang lebih 300 orang dari budayawan, cendekiawan, pengusaha, tokoh agama dan generasi muda,” ucap Andi Merly di hadapan peserta rapat paripurna.

Menurut Andi Merly, dari beberapa pilihan tanggal yang diusulkan, akhirnya disepakati tanggal 29 Maret sebagai Hari Jadi Wajo. Pemilihan tanggal ini memiliki makna historis yang mendalam, karena menandai momen bersejarah ketika La Maddukkelleng bersama rakyat Wajo berhasil mengusir penjajah Belanda dari Tanah Wajo pada tahun 1741.

“Tanggal ini menjadi simbol kegigihan dan semangat juang rakyat Wajo dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya,” tambahnya.

Setelah membacakan sejarah singkat tersebut, Andi Merly menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Jadi Wajo yang ke-626. “Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Wajo, saya menyampaikan Selamat Hari Jadi Wajo ke-626 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Wajo. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada kita semua,” tutupnya.

Peringatan puncak Hari Jadi Wajo ke-626 dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Wajo Andi Rosman dan Wakil Bupati Wajo dr. Baso Rahmanuddin. Turut hadir pula anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras dan Andi Muawiyah Ramly, serta mantan Bupati Wajo Amran Mahmud bersama mantan Ketua PKK Sitty Maryam.

Acara juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua KPU dan Bawaslu Wajo, Sekretaris Daerah Wajo, pimpinan partai politik, para camat, lurah, kepala desa, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Wajo.

Momen bersejarah ini juga mendapat perhatian dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang menyampaikan sambutannya secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Selain itu, hadir pula anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan seperti Andi Ayoga Fadel Akbar, Sultan Tajang, Andi Seiful Misbahuddin, dan Andi Suriadi Bohari.

Kehadiran para kepala daerah dan pimpinan DPRD dari kabupaten tetangga, seperti Bupati Soppeng, Ketua DPRD Bone, Ketua DPRD Bulukumba, dan Ketua DPRD Soppeng, semakin menegaskan makna penting peringatan ini. Mereka memberikan apresiasi atas perjalanan panjang sejarah dan semangat pembangunan yang terus dijaga oleh masyarakat Wajo.

Peringatan Hari Jadi Wajo ke-626 ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang sejarah, tetapi juga untuk merefleksikan semangat juang La Maddukkelleng dalam konteks pembangunan Wajo masa kini dan masa depan.

“Semangat perjuangan La Maddukkelleng mengusir penjajah dari Tanah Wajo pada 1741 harus terus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dalam membangun Wajo yang lebih baik,” ujar salah satu tokoh yang hadir dalam acara tersebut.

Dengan peringatan ini, diharapkan nilai-nilai kepahlawanan, persatuan, dan kegigihan yang tercermin dalam sejarah Wajo dapat terus hidup dan menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan pembangunan di era modern.(Humas DPRD Wajo)