WAJO – Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Firmansyah Perkesi, menghadiri pembukaan Open House sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 19 Wajo Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SRT 19 Wajo, Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, tersebut menjadi momentum awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, serta sistem pembelajaran yang akan mereka jalani.
Kehadiran Ketua DPRD Wajo dalam kegiatan itu menandai partisipasi unsur legislatif dalam mendukung penguatan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Bupati Wajo, Andi Rosman. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Hariyanto, Sekretaris Daerah Wajo Armayani, Kepala Dinas Sosial P2KBP3A Wajo Pasommengi, sejumlah pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, camat, lurah, tenaga pendidik, serta orang tua dan wali peserta didik.
Dalam sambutannya, Andi Rosman menyampaikan bahwa pelaksanaan Open House dan MPLS menjadi langkah awal untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun kesiapan mengikuti proses pendidikan.
“Alhamdulillah, hari ini secara resmi masa pengenalan kepada siswa Sekolah Rakyat. Semoga ini menjadi awal agar peserta didik memahami suasana pembelajaran dan mengenal satu sama lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan memperluas kesempatan pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan mewujudkan cita-cita.
“Jangan sampai kondisi ekonomi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih cita-cita. Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, memiliki keterampilan, dan mampu membawa perubahan bagi keluarga serta daerahnya,” kata Andi Rosman.
Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkelanjutan, sekaligus membangun karakter, kemandirian, serta keterampilan sebagai bekal menghadapi masa depan.
Dalam konteks pembangunan daerah, dukungan terhadap program pendidikan seperti Sekolah Rakyat juga berkaitan dengan upaya memperluas pemerataan akses belajar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, tenaga pendidik, dan keluarga diperlukan agar penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
DPRD Wajo memiliki peran melalui fungsi penganggaran, pembentukan peraturan daerah, dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya, termasuk dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.
Melalui penyelenggaraan SRT 19 Wajo, diharapkan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan pendidikan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat agar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Wajo.(Humas DPRD Wajo)