Reses Alief Kurniawan Disambut Antusias Warga Pammana, Aspirasi Infrastruktur hingga Layanan Kesehatan Mengemuka
Share
WAJO – Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan Reses/Temu Konstituen Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Wajo dari Daerah Pemilihan Pammana–Sabbangparu, Alief Kurniawan, yang digelar di Kecamatan Pammana, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus merumuskan kebutuhan pembangunan yang paling mendesak.
Sejak pagi, masyarakat mulai memadati lokasi kegiatan. Di bawah tenda yang dipasang di halaman rumah warga, ratusan peserta dari berbagai kalangan tampak duduk berdampingan. Hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa, lurah, pemuda, hingga para petani yang datang dengan harapan agar suara mereka dapat didengar dan diperjuangkan.
Atmosfer reses berlangsung hangat dan komunikatif. Tidak sekadar menjadi forum penyampaian aspirasi, pertemuan tersebut juga menghadirkan diskusi yang hidup. Warga secara bergantian menyampaikan persoalan yang mereka alami, sementara Alief Kurniawan mendengarkan setiap masukan dengan seksama sambil mencatat poin-poin penting yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pammana, Bhabinkamtibmas Polsek Pammana, Babinsa Koramil Pammana, Kepala Desa Tadangpalie, Kepala Desa Abbanuange, Kepala Desa Kampiri, Kepala Desa Lempa, Kepala Desa Tobatang, Lurah Pammana, serta sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Pammana.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan yang dinilai menjadi prioritas pembangunan, di antaranya peningkatan ruas jalan poros Limporiattang–Desa Tadangpalie menuju Ulo, peningkatan jalan poros Kampiri–Teppobatu, pengadaan lampu penerangan jalan umum, pengadaan mobil ambulans untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, serta pembangunan kembali pagar SMP Negeri 4 Pammana yang kondisinya dinilai sudah tidak layak.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Alief Kurniawan menegaskan bahwa reses merupakan amanah konstitusi sekaligus momentum penting untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan di DPRD. Tentunya akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah serta kemampuan anggaran, namun yang terpenting seluruh usulan masyarakat sudah menjadi bagian dari agenda perjuangan kami,” ujarnya.
Reses yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut ditutup dengan sesi dialog terbuka dan foto bersama.(Humas DPRD Wajo)













































