LOADING

Type to search

Dukung UMKM Anggota DPRD Wajo Dorong Wirausaha Muda

Inspiration

Dukung UMKM Anggota DPRD Wajo Dorong Wirausaha Muda

Share

WAJO — Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Amran, tampil sebagai salah satu narasumber utama dalam Workshop Bisnisyang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Negeri Makassar (HIPMI PT UNM).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Wajo, Jumat, 7 Februari 2026, dan diikuti oleh mahasiswa, pelaku UMKM, serta komunitas wirausaha muda.

Workshop tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Wajo, Dr. Baso Rahmanuddin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ekonomi daerah melalui kewirausahaan yang inovatif dan berkelanjutan. Turut hadir Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo, Dr. H. Andi Baso Iqbal, bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Hadir pula sebagai pembicara perwakilan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Wajo, Ahmad Adam, serta Rektor Institut Karya Mulia (IKM), Dr. Hasbi Abbas, ST, yang masing-masing membahas penguatan jejaring usaha, kolaborasi dunia pendidikan dan industri, serta peningkatan kapasitas SDM wirausaha.

Dalam materinya, Anggota Komisi I DPRD Wajo ini secara mendalam mengulas manajemen bisnis sebagai fondasi utama keberhasilan usaha. Ia menegaskan bahwa banyak usaha gagal bukan karena produk yang buruk, melainkan karena lemahnya perencanaan, pencatatan keuangan, dan pengelolaan sumber daya.

“Wirausaha harus memahami sejak awal ke mana arah usahanya. Mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga evaluasi berkala. Tanpa manajemen yang baik, usaha sulit berkembang dan rentan berhenti di tengah jalan,” jelas Amran.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin administrasi dan transparansi keuangan, termasuk pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan arus kas, serta penghitungan biaya dan keuntungan secara realistis. Menurutnya, hal tersebut menjadi syarat utama agar usaha dinilai layak oleh lembaga pembiayaan.

Selain manajemen bisnis, Amran secara khusus membahas akses permodalan yang kerap menjadi kendala utama wirausaha pemula. Ia menjelaskan bahwa pelaku usaha perlu memahami berbagai skema pembiayaan, baik melalui perbankan, koperasi, program pemerintah, maupun kemitraan dengan dunia usaha.

“Masalah modal sering kali bukan karena tidak ada dana, tetapi karena pelaku usaha tidak siap secara administrasi dan manajerial. Bank dan lembaga pembiayaan mencari usaha yang tertib, jelas, dan punya prospek,” ungkapnya.

Amran juga mendorong peserta untuk tidak bergantung pada satu sumber pembiayaan, melainkan membangun kepercayaan melalui rekam jejak usaha, jejaring bisnis, serta kolaborasi yang saling menguntungkan. Ia menilai peran organisasi seperti HIPMI sangat strategis dalam membuka akses informasi, pendampingan, dan jaringan usaha.

Lebih lanjut, Amran menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan UMKM dan wirausaha muda, baik melalui regulasi, penganggaran, maupun pengawasan program pemerintah agar tepat sasaran.

Kegiatan workshop ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta aktif menggali pengalaman praktis serta strategi menghadapi tantangan bisnis di lapangan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk terjun ke dunia usaha secara serius dan profesional.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *