LOADING

Type to search

Suara Warga Sabbangparu Bergema di Reses Rahman Rahim: Dari Krisis Sampah Hingga Urgensitas Damkar

BERITA UTAMA RESES

Suara Warga Sabbangparu Bergema di Reses Rahman Rahim: Dari Krisis Sampah Hingga Urgensitas Damkar

Share

WAJO – Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Partai Gerindra, Rahman Rahim, menggelar reses di Takoba Cafe & Resto pada Rabu (16/4/2025). Dalam pertemuan tersebut, wakil rakyat ini menyerap berbagai aspirasi warga Kecamatan Sabbangparu yang meliputi persoalan persampahan, pendidikan, pertambangan, hingga kebutuhan armada pemadam kebakaran.

Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Sabbangparu, Annaf, menjadi pembuka dengan menyoroti masalah sampah di Pasar Salojampu yang menurutnya sangat mengganggu kesehatan lingkungan sekitar.

“Rumah saya pak, kalau saya buka pintu belakangnya, itu lalat masuk ke rumah. Bau sampah dari pasar juga sangat menyengat padahal rumah saya jauh dari pasar,” keluhnya dengan nada prihatin.

Selain masalah sampah, Annaf juga menyinggung kondisi pendidikan, terutama dua Kelompok Belajar (KB) yang mengalami mati suri akibat minimnya kesejahteraan guru. “Semoga kesejahteraan mereka bisa diperhatikan, minimal gajinya ditambah,” harapnya.

Tokoh masyarakat lainnya, Makmur, mengungkapkan keresahannya terhadap keberadaan tambang pasir di daerahnya yang dianggap berpotensi membahayakan lingkungan dalam jangka panjang.

“Terkait izin tambang. Di kampung kami, banyak sekali tambang pasir. Itukan aktifitasnya menggali, pasti akan membuat lubang dalam jangka panjang dan itu potensi membuat daerah kami akan tenggelam,” terangnya seraya meminta agar pihak berwenang lebih selektif dalam mengeluarkan izin pertambangan.

Sementara itu, warga bernama Rahman Baru mengusulkan adanya armada pemadam kebakaran yang ditempatkan di Sabbangparu setelah terjadi tiga titik kebakaran tahun lalu yang mengakibatkan kerugian finansial sangat besar.

“Kami minta ada armada damkar di sini supaya jika terjadi kebakaran bisa lebih cepat teratasi,” harapnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Rahman Rahim berjanji akan segera menindaklanjutinya. Untuk persoalan sampah, dia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wajo untuk menyediakan satu unit mobil sampah dan lima unit kontainer mengingat situasi darurat sampah di Sabbangparu.

Mengenai pendidikan, Rahman menyatakan bahwa pihaknya telah memasukkan dua PAUD ke dalam pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Wajo. Untuk masalah izin tambang yang menjadi kewenangan provinsi, dia berjanji akan melanjutkan aspirasi tersebut ke instansi terkait.

“Persoalan izin tambang itu kewenangan provinsi. Tapi tentu ada pertimbangan dari bawah, mulai tanda tangan masyarakat lalu ke instansi di kabupaten sampai ke provinsi. Tapi tetap kami akan lanjutkan ke instansi terkait,” jelasnya.

Terkait kebutuhan armada pemadam kebakaran, Rahman Rahim menyinggung janji pemerintahan periode sebelumnya yang berencana menyediakan satu armada damkar untuk setiap kecamatan namun tidak terealisasi hingga akhir masa jabatan.

“Semoga pemerintahan yang baru saat ini bisa merealisasikannya, sehingga di Sabbangparu ada armada damkarnya,” pungkasnya.

Yang menarik dari kegiatan reses ini adalah kehadiran sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang langsung mendengarkan aspirasi masyarakat, di antaranya perwakilan Dinas P2KBP3A Wajo Andi Hasnintong, Kepala BLK Wajo Ahmad Adam, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Watampone Aswin Agustiansyah, Kepala Puskesmas Sabbangparu Dr. Hj. Mardiana, Kepala Puskesmas Liu Dr. Nur Hasanah, serta Kabag Anggaran DPRD Wajo Ratna Ningsih.(Humas DPRD Wajo)

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *