Hadiri Forum OPD, Anggota DPRD Junaidi Muhammad Dorong Penguatan Anggaran Pelayanan Dasar, Stunting, hingga Penyelesaian Utang RS
Share
WAJO – Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Junaidi Muhammad, menghadiri Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Wajo, Rabu (11/3/2026).
Dalam forum strategis yang membahas penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tersebut, politisi PAN itu menekankan pentingnya penyelarasan anggaran untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) serta visi-misi Bupati sebagai bentuk tanggung jawab konstitusional.
Politisi senior itu menyoroti beberapa sektor krusial yang menyangkut urusan wajib pelayanan dasar, mulai dari penanggulangan bencana, sosial, hingga kesehatan.
Dalam arahannya, mantan Ketua Bappemperda meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk memberikan perhatian serius pada layanan informasi dan perlindungan bencana. Ia mendorong agar penyediaan peralatan perlindungan serta program kesiapsiagaan dipastikan masuk dalam struktur anggaran.
“Penguatan kawasan dan pencegahan adalah urusan wajib. Jangan sampai peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan tidak teranggarkan, karena ini menyangkut keselamatan warga,” tegasnya.
Terkait Stunting dan Penghapusan Kemiskinan, Junaidi berharap ada sinkronisasi kegiatan antara program nasional, provinsi, dan daerah untuk mendanai program prioritas. Salah satu fokus utama adalah percepatan penurunan angka stunting.
“Angka ini masih memerlukan pemenuhan target yang lebih maksimal. Selain itu, program penghapusan kemiskinan ekstrem harus didukung dengan belanja daerah yang tepat sasaran,” tambahnya.
Sektor sosial lainnya yang menjadi catatan Junaidi adalah Peningkatan kualitas petugas perlindungan jaminan sosial, Perhatian khusus bagi penyandang disabilitas dan anak terlantar, dan Mendesak penyediaan rumah singgah bagi korban kekerasan atau warga yang membutuhkan perlindungan sementara.
Di sektor kesehatan, Junaidi merinci standar pelayanan minimal yang harus terpenuhi, meliputi pelayanan bagi ODGJ, penderita virus menular (seperti HIV/AIDS), terduga tuberkulosis (TBC), penderita diabetes, hingga layanan kesehatan bagi ibu hamil, usia produktif, dan usia pendidikan dasar.
Menutup penyampaiannya, Junaidi memberikan catatan khusus terkait kondisi keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). “Tugas penting yang harus segera diselesaikan adalah persoalan utang rumah sakit sebesar Rp26 Miliar. Kami mendorong adanya skema penyelesaian yang jelas, baik melalui jangka pendek, menengah, maupun panjang, agar tidak mengganggu kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkas Junaidi.(Humas DPRD Wajo)
[13/3, 15.12] Irwan Kahir: Optimalkan PAD, Fery Surachmat Dorong Stadion Andi Ninnong Jadi Kawasan “Green Sport” dan Pusat UMKM
WAJO– Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo, Fery Surachmat, mendorong optimalisasi aset daerah guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pemuda dan olahraga. Dalam rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, legislator dari Fraksi PKB ini menyoroti potensi besar Stadion Andi Ninnong yang ia ibaratkan sebagai “harta karun yang tertidur”.
Fery mengusulkan agar kawasan Stadion Andi Ninnong ditata ulang menjadi kawasan Green Sport yang terintegrasi. Menurutnya, infrastruktur olahraga yang sudah ada, seperti lapangan basket, takraw, hingga gateball, perlu didukung dengan fasilitas penunjang yang memadai untuk menghidupkan aktivitas ekonomi.
“Saya melihat ada potensi PAD yang cukup besar di sana, namun kita butuh sedikit investasi untuk penataan kawasan agar lebih menarik bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujar legislator asal Dapil I Kecamatan Tempe tersebut.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pembangunan Panggung Kreasi dan penataan tenan UMKM. Fery mengusulkan penyediaan setidaknya 20 tenan yang dikelola secara profesional dengan menyasar segmen milenial.
“Konsepnya harus tertata, jangan dibiarkan tidak beraturan. Kita bisa belajar dari kesuksesan kawasan ‘Lego-Lego’ di Makassar yang menerapkan sistem seleksi menu agar tidak ada monopoli dan persaingan yang tidak sehat,” jelasnya.
Berdasarkan kalkulasi teknisnya, optimalisasi 20 tenan dengan tarif sewa yang kompetitif berpotensi menyumbang PAD hingga Rp720 juta per tahun bagi Dinas Pemuda dan Olahraga.
Di sisi lain, Fery juga mendorong adanya sinergi lintas sektor untuk menghidupkan kawasan stadion. Ia menyarankan agar Dinas Pendidikan dapat mengarahkan kegiatan olahraga siswa tingkat SD dan SMP untuk memanfaatkan fasilitas di Stadion Andi Ninnong.
Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan aktivitas di kawasan stadion sekaligus memaksimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang telah tersedia.
Selain sektor olahraga dan ekonomi kreatif, Fery juga menyoroti potensi pengembangan pariwisata di Kabupaten Wajo, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Danau Tempe. Ia mengusulkan pembangunan dermaga sederhana guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung tersebut penting untuk mendukung aktivitas wisata air yang selama ini mulai diminati wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
Ia juga mengusulkan agar agenda besar seperti Festival Danau Tempe dapat ditetapkan sebagai kalender event tahunan yang terjadwal secara jelas. Dengan jadwal yang pasti, pemerintah daerah dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi pariwisata seperti ASITA, untuk memperluas promosi wisata daerah.
Fery berharap usulan-usulan ini dapat diakomodasi dalam perencanaan program tahun 2027. Ia menekankan pentingnya setiap OPD untuk mulai berpikir kreatif dalam menghasilkan pendapatan bagi daerah, bukan sekadar menghabiskan anggaran.
“Kita ingin kawasan Andi Ninnong menjadi pusat interaksi masyarakat dari pagi hingga malam. Dengan fasilitas penunjang yang lengkap, ekonomi akan berputar, dan PAD kita pasti meningkat,” pungkasnya.(Humas DPRD Wajo)













































